Bismillāhirraḥmānirrraḥīm


Ulima Darmania Amanda

Published June 30 2020‎ at: http://banten.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/info-teknologi/14-alsin/2203-debut-minyak-atsiri-dari-tanaman-eukaliptus-sebagai-penangkal-virus-di-masa-pandemi-corona


Minyak atsiri adalah minyak yang berasal dari tetumbuhan, berupa cairan hidrofobik pekat mengandung senyawa aroma yang mudah menguap. Minyak atsiri dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), dan minyak aromatik (aromatic oil). Minyak atsiri dapat diproduksi dari semua bagian tanaman, tergantung pada spesies penghasil; tunas, getah pohon, bunga, daun, batang, ranting, biji, buah, akar, kayu atau kulit kayu [1,2]. Minyak atsiri termasuk golongan senyawa terpenoid memiliki aktivitas anti-bakteri, anti-virus, anti-jamur, anti-inflamasi dan anti-serangga dengan aplikasi dalam industri kosmetik, farmasi, nutraceutical dan furnitur. Komoditas atsiri yang telah banyak dikenal di Indonesia antara lain minyak kayu putih, minyak nilam, minyak sereh wangi, minyak cengkeh, dan minyak eukaliptus [3,4].


Daftar Isi

  1. Tanaman Eukaliptus
  2. Produk Inovasi Balitbangtan Berbahan Eukaliptus
  3. REFERENSI

Tanaman Eukaliptus

Ada lebih dari 500 spesies Eukaliptus, beberapa spesies major diantaranya adalah sebagai berikut [5]:

Gambar 1. Kulit pohon Eucalyptus (kiri – kanan: E. citriodora, E. deglupta, E. paniculate,  E. torelliana) [6]
Gambar 2. Daun dan infloresensi Eucalyptus (kiri – kanan: E. citriodora, E. deglupta, E. globulus,  E. alba) [6]
Gambar 3. Tunas Eucalyptus (kiri – kanan: E. camaldulensis, E. tereticornis, E. torelliana) [6]
Gambar 4. Buah Eucalyptus (kiri – kanan: E. citriodora, E. tereticornis) [6]

Produk Inovasi Balitbangtan Berbahan Eukaliptus

Balitbangtan telah melakukan pengujian terhadap berbagai tumbuhan yang berpotensi sebagai antivirus korona, disimpulkan bahwa yang paling efektif ditemukan pada tanaman Eucalyptus yang memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol). Kandungan persentase senyawa 1,8-sineol tertinggi dimiliki oleh Eucalyptus globulus. Senyawa 1,8-sineol memiliki karakteristik segar dan aroma camphor dan rasa pedas yang memiliki bioaktifitas yang banyak manfaatnya, yaitu penurunan aktivitas lokomotor (antikejang), anti-kanker dan anti-tumor, antibakteri baik untuk beberapa bakteri gram-positif dan beberapa bakteri gram-negatif, antifungi, antiinflamasi, antioksidan, sebagai insektisida atau repelan, dan dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular [7].

Tiga produk antivirus yang telah terdaftar patennya merupakan kerja Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Rincian masing-masing produk itu terdiri dari:

  1. Formula Aromatik Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578.
  2. Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis Eucalyptus dan Proses Pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574.
  3. Ramuan Serbuk Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580.

Balitbangtan membuat beberapa prototipe Eucalyptus dengan nanoteknologi dalam bentuk inhaler dan teknologi nano-enkapsulasi untuk ramuan ‎powder antivirus berbahan eucalyptus (kerjasama PT. Eagle Indo Pharma dengan BB Pasca Panen dan BB ‎Veteriner), roll-on (kerjasama PT. Eagle ‎Indo Pharma dengan Balittro), salep, balsem, dan defuser.

REFERENSI

[1]     Rahatri 2017 Minyak Atsiri (Essential Oils) (Serpong)

[2]     Barbosa L C A, Filomeno C A and Teixeira R R 2016 Chemical Variability and Biological Activities of Eucalyptus spp. Essential Oils Molecules 21 1–33

[3]     Salehi B, Sharifi-Rad J, Quispe C, Llaique H, Villalobos M, Smeriglio A, Trombetta D, Ezzat S M, Salem M A, Zayed A, Salgado Castillo C M, Yazdi S E, Sen S, Acharya K, Sharopov F and Martins N 2019 Insights into Eucalyptus Genus Chemical Constituents, Biological Activities and Health-Promoting Effects Trends Food Sci. Technol. 91 609–24

[4]     Anggraini R, Khabibi J and Tamin R P 2019 Karakteristik Minyak Atsiri Eucalyptus dari 3 Klon Pohon Eucalyptus pellita F . Muell J. Silva Trop. 3 77–83

[5]     Shah G, Bajaj J, Soni V and Dhawan R K 2016 Eucalyptus Genus : A Review J. Pharm. Res. 10 609–17

[6]     Naithani H B 2015 Botany of Genus Eucalyptus Eucalypts in India ed P P Bhojvaid, S Kaushik, Y P Singh, D Kumar, M Thapliyal and S Barthwal (Dehradun: ENVIS centre on forestry ICFRE) pp 1–20

[7]     Efruan G K, Martosupono M and Rondonuwu F S 2016 Bioaktifitas Senyawa 1,8-Sineol pada Minyak Atsiri Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek vol 2016 pp 171–81


Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

2 thoughts on “Debut Minyak Atsiri dari Tanaman Eukaliptus sebagai Penangkal Virus di masa Pandemi Corona”
  1. Minyak atsiri memang keren ya mbak, saya tahun 2018 ke takengon aceh tengah, profesi orang setempat selain tani kopi juga tani sereh wangi. Jadi sempat lihat kebun2nya dan dikasih hadiah sereh wangi yang memang wangi. Harga jual perliter sereh wangi itu bisa sampe ratusan ribu bahkan juta.

    1. Betul kak, sumber minyak atsiri dari tanaman memang menjanjikan, secara khasiat maupun potensi ekonominya.
      Kami termasuk yang kalau pergi kemana-mana wajib bawa minyak atsiri dari kayu putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights