Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/n1576410/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
Diagnosis Pertama Kali — Kronologi – The Blog of a Scientist Mom

Bismillāhirraḥmānirrraḥīm

26 November 2021

Selepas subuh di hari Jum’at, kami memutuskan memasukkan Hdinda yang sedang demam ke IGD rumah sakit. Alasan pertama, karena demam yang berulang, dimana demam pertama terjadi di hari Senin. Alasan kedua, kakak dan ayahnya sedang opname dengan gejala sakit berawal berupa demam tinggi. Saat itu dikatakan sedang banyak pasien demam dengue, sehingga kami ingin memastikan lebih detail sumber demam tersebut. Dokter jaga menerangkan hasil cek darah Hadinda berupa peningkatan leukosit dan hemoglobin, dan diputuskan rawat inap.

27 November 2021

In the middle of our nap, while she was clutched to my breast, the doctor in charge came in and put the stethoscope over her chest and shortly said, “I hear a murmur. Let’s go downstairs for further examination”. From that day on, our world changed.

Hasil pemeriksaan USG jantung Hdinda mengkonfirmasi penyakit jantung bawaan yang dideritanya. Itulah kali pertama saya mendengar tentang Tetralogy of Fallot (TOF) dan dextrocardia, dua kondisi yang terjadi pada anak kami.

Qadarullah, dokter anak yang mendeteksi kelainan jantung Hdinda mempunyai sub-spesialis kardiologi (ilmu jantung). Satu-satunya dokter dengan expertise jantung anak di kota kami.

Selama 13 bulan, kami membesarkan ia layaknya anak sehat normal. Beberapa tanda sakit yang ditunjukkan oleh Hdinda, cenderung kami sangkal, dengan berbagai praduga. Kami sangkal karena kami (ingin) meyakini bahwa ia sehat dan gejala itu akan hilang sendirinya. Saat ia yang sedang asyik bermain tiba-tiba pucat pasi dan rungsing menangis kelelahan sampai tertidur (belakangan kami baru tahu kalau yang dialami Hdinda itu adalah spell tet, serupa dengan serangan jantung ringan). Kami menduga, mungkin memang karakternya seperti itu. Kami lalai dengan fakta bahwa bibir dan ujung jari kaki dan tangannya yang sedikit gelap (membiru) saat ia menangis, lelah, atau kedinginan. Kami menganggap itu hal biasa dengan diusung oleh cerita di keluarga ada juga yang ketika saat bayi menangis sampai membiru, tapi tumbuh besar dengan sehat. Kami juga lalai ketika pertambahan berat badan yang seret karena nafsu makan yang kurang. We thought that maybe she just simply not an eater!

Kami meyakini Hdinda sehat, karena tidak pernah ditemukan masalah selama kehamilan dan persalinan, pun selama ini beberapa kali ia jatuh sakit dan menemui dokter, tidak ada mata yang cukup peka menangkap kondisinya, bahkan termasuk kami orangtuanya. It was all a false belief! Qadarullah, she carries a life-threatening situation for all of this time =(

28 November 2021

Kami semua pulang ke rumah. Ada perasaan aneh, dimana biasanya ada perasaan senang bisa pulang ke rumah setelah dirawat sampai sembuh di rumah sakit. Namun kali ini, kami mengetahui Hdinda masuk dalam kondisi sakit dan pulang dalam kondisi lebih sakit lagi.

However, we are truly grateful that her condition has been discovered! Kami mulai mempelajari tentang penyakit jantung bawaan yang dideritanya. Teman dan saudara menjadi teman bicara yang memberi inspirasi dan semangat. Kami mulai menyusun rencana dan menjalani langkah untuk perawatannya. Ini adalah takdirmu nak! Bismillah, kita akan melalui ini bersama.


Allaahumma Laa Sahla Illaa Maa Ja’altahu Sahlaa Wa Anta Taj’alul Hazna Idza Syi’ta Sahlaa

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.

HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2427, Ibnu Sunni dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 351, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashfahan: 2/305, Imam Al-Ashbahani dalam al-Targhib: 1/131

Update

Alhamdulillah, Hdinda telah menjalani operasi korektif jantung pada 18 Juli 2022. Sedikit catatan kondisi paska operasi bisa dilihat pada postingan berikut: Paska Operasi Jantung Korektif: Hal-hal yang Berubah.


Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik

4 thoughts on “Diagnosis Pertama Kali — Kronologi”
  1. Ya Allah mbaa, semoga selalu dikuatkan sama Allah yaa. Saya yg baca ini cuma bisa berkaca-kaca sambil mengirimkan doa buat Hdinda dan mba sekeluarga. Ingat ponakan yg pernah operasi jantung jg sebelum satu tahun :” Semoga Allah beri kekuatan dan kemudaha ya mbaa..

    1. Aamiin ya rabbal alaamiin..
      Terima kasih ya mba
      Lihat anak masih bayi gitu udah operasi besar rasanya sedih, ga tega. Semoga sekarang kondisi ponakan mba juga sudah stabil.. aamiin

Leave a Reply

Verified by MonsterInsights