Photo by Tom Fisk on <a href="https://www.pexels.com/photo/green-leafed-plant-2610653/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Bismillāhirraḥmānirrraḥīm


Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Tanaman dan Ternak: Merespon Kebijakan Ketahanan Pangan

ix, 736 hlm.; 17,5 x 24 cm

Halaman: 3-15

ISBN 978-602-6954-25-1

IAARD Press, 2016

Zuraida Yursak, Pepi Nur Susilawati, dan Ulima D Amanda


Banten merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki keragaman dan potensi plasma nutfah flora dan fauna sangat besar. Keragaman wilayah, topografi, tanah, ketersediaan air, dan iklim telah membentuk tanaman untuk tumbuh dan beradaptasi pada lokasi yang spesifik. Kondisi tersebut merupakan salah satu refleksi posisi Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua serta merupakan negara kepulauan dengan topografi yang sangat beragam menjadikan iklim Indonesia sangat dinamis dan kompleks. Pengaruh lokal dan gangguan siklon tropis sangat berpengaruh terhadap keragaman iklim Indonesia (Badan Litbang Pertanian, 2013). Secara umum Indonesia dibagi lima bulanan, hal ini mengacu pada kenyataan bahwa bulan April dan Oktober dinyatakan sebagai bulan transisi. Adanya pergantian musim tersebut menciptakan iklim kondusif untuk berkembangnya keanekaragaman sumberdaya lahan dan keanekaragaman hayati (Aldrian, 2000).

Kultivar yang mempunyai toleransi yang baik pada keadaan setempat dikenal dengan varietas lokal (landrace) (Rais, 2004). Pemanfaatan serta pengelolaan plasma nutfah lokal Banten belum dilakukan secara bijaksana dan terkoordinir. Hal ini disebabkan sedikitnya program Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan pelestarian, pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah lokal. Disisi lain belum terbentuknya komisi daerah plasma nutfah menyebabkan regulasi pengelolaan plasma nutfah di Provinsi Banten sangat lemah.

Regulasi pengelolaan plasma nutfah oleh Pemerintah Daerah Provinsi Banten harus diupayakan agar erosi plasma nutfah tidak terjadi secara besar-besaran. Menurut Arsanti dan Susanto (2015) terjadi erosi sumber daya genetik disebabkan beberapa faktor yang meliputi : 1) tingginya konversi lahan untuk tanaman pangan semusim atau perladangan, tanaman perkebunan, penggundulan hutan untuk diambil

kayunya, dan pertambangan; 2) rendahnya kesadaran masyarakat sekitar akan arti keragaman; 3) belum adanya pengetahuan untuk membudidayakan, memberikan nilai tambah, dan membawa sumber daya genetik lokal ke pasar; 4) serta belum adanya dukungan pemerintah untuk melakukan konservasi sumberdaya genetik.

Sebagai langkah awal dalam penyelamatan sumber daya genetik, sejak tahun 2012 telah dilakukan eksplorasi, identifikasi dan rejuvenasi plasma nutfah lokal Banten oleh BPTP Banten bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan stake holders lainnya. Eksplorasi merupakan langkah awal dalam program pemuliaan tanam untuk merakit varietas baru (Natawijaya et al, 2009; Bhuyan et al, 2007; Neeraja et al, 2005).


Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights