Bismillāhirraḥmānirrraḥīm


Ulima Darmania Amanda

Published July 15th 2020‎ at: http://banten.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/info-teknologi/14-alsin/2221-mengenal-pgpr-bakteri-perakaran-sahabat-tanaman


Plant Growth Promoting Rhizobacteria atau yang sering disingkat sebagai PGPR (Gambar 1) adalah sekelompok bakteri tanah yang menghuni sekitar/ pada permukaan akar dan secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui produksi dan sekresi berbagai bahan kimia pengatur di sekitar rizosfer (Ahemad and Kibret 2014). Rizosfer adalah bagian tanah di mana lebih banyak terdapat bakteri di sekitar akar tanaman daripada tanah yang jauh dari akar tanaman (Cahyani T. et al. 2017). Beberapa genus PGPR antara lain: Bacillus, Pseudomonas, Enterobacter, Burkholderia, Klebsiella, Variovorax, Azospirillum, Azotobacter, and Serratia.


Daftar Isi

  1. Daftar Isi
  2. Manfaat PGPR
  3. Mekanisme PGPR dalam Pengendalian Penyakit Tanaman
    1. Pengendalian penyakit tanaman secara langsung:
    2. Pengendalian penyakit tanaman secara tidak langsung:
  4. Pembuatan PGPR
    1. Persiapan bakteri biang
    2. Persiapan media tumbuh
    3. Fermentasi
  5. Aplikasi PGPR
  6. Referensi

Gambar 1. Diagram skematik menggambarkan rhizobacteria (PGPR) yang mengkolonisasi akar tanaman dan dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan mengubah sifat morfologis dan fisiologis tanaman (Goswami and Deka 2020).

Manfaat PGPR

  1. Meningkatkan pertumbuhan tanaman, antara lain:
  2. Memperbaiki dan merangsang pertumbuhan akar
  3. Meningkatkan daya berkecambah benih
  4. Memperbanyak produksi buah
  5. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, seperti antraknosa pada cabai & layu fusarium pada melon dan semangka.

Mekanisme PGPR dalam Pengendalian Penyakit Tanaman

Bakteri perakaran pemacu pertumbuhan ada yang bersifat antagonis (strain tertentu dari Pseudomonas kelompok fluorescens, Bacillus, Streptomyces), dan ada yang tidak (strain tertentu dari Azospirillum, Azotobacter, Pantoea). Bakteri antagonis adalah bakteri yang bisa menekan penyakit tumbuhan. Bakteri antibiosis adalah bakteri antagonis yang mekanisme utamanya adalah antibiosis (menghasilkan antibiotik). PGPR ada yang merupakan bakteri antibiosis dan ada yang bukan bakteri antibiosis. Tidak semua bakteri  agens antagonis dapat berperan sebagai PGPR.

Pengendalian penyakit tanaman secara langsung:

  1. Memperkecil situs/tempat infeksi melalui kolonisasi akar
  2. Mematikan pathogen karena aktivitas antibiosis

Pengendalian penyakit tanaman secara tidak langsung:

  1. Meningkatkan vigor:  pelarutan posfat, fiksasi N, produksi  ZPT
  2. Mengurangi stress:  perakaran bagus dan ACC deaminase
  3. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit –fitoaleksin

Pembuatan PGPR

Proses pembuatan PGPR terdiri atas 3 tahap, yaitu persiapan biang (starter), penyiapan media tumbuh, dan fermentasi.

Persiapan bakteri biang

Pembuatan biang dimulai dengan merendam akar tanaman dan rizosfer yang berasal dari akar jagung, bambu, rumput liar, rumput gajah, kacang-kacangan atau serasah di bawah rumpun bambu. Cabut dan rontokkan tanah di akar, tetapi jangan bersih betul. Setiap 100 gr akar tanaman direndam pada 1 liter air masak selama 2-4 hari. Air rendaman dapat digunakan sebagai bahan bakteri biang.

Persiapan media tumbuh

Pembuatan larutan nutrisi untuk biang dilakukan dengan mencampurkan terasi tanpa bahan pengawet 100 gram, katul 0,5 kg atau leri 1 liter, gula 200 gram, kapur mati/enjet 1 sendok teh ke dalam air bersih (mendidih) 20 liter. Larutan diaduk hingga merata. Setelah masak, dinginkan sampai suhu larutan sama dengan suhu kamar. Larutan kemudian disaring untuk mendapatkan larutan yang siap digunakan sebagai media tumbuh.

Fermentasi

  1. Masukkan bahan sumber bakteri ke dalam larutan media tumbuh bakteri:
  2. Untuk biang dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP), masukkan sebanyak 50-100 gram per 20 liter media
  3. Untuk bahan sendiri, masukan 2-5 gelas air rendaman per 20 liter media
  4. Aduk hingga merata
  5. Lakukan pengadukan setiap hari, atau gunakan aerator
  6. Tunggu antara 5-7 hari, PGPR siap digunakan dengan tanda munculnya bau masam/busuk & cairan lebih keruh

Aplikasi PGPR

Tanaman Cabai: Maks 3 x aplikasi

  • Perendaman benih:
  • Campurkan 3 – 4 sendok makan bahan biakan dengan 1 gelas air masak, aduk hingga merata
  • Cuci benih cabai yang akan direndam hingga bersih
  • Rendam benih selama semalam (10 – 12 jam)
  • Angkat benih dan angin-anginkan di tempat teduh
  • Benih siap disemaikan
  • Penyiraman persemaian (1 minggu sebelum ditanam)
  • Campurkan 1 gelas bahan biakan dengan 20 liter air, aduk hingga rata
  • Siramkan dengan gembor ke persemaian
  • Penyiraman pertanaman (1 bulan setelah tanam)
  • Campurkan 1 gelas bahan biakan dengan 20 liter air, aduk hingga merata
  • Siramkan dengan gembor ke sekitar perakaran sampai batas lingkar tajuk

Perlakuan Benih/bibit pada tanaman pangan dan hortikultura (konsentrasi 3-4 sendok makan/gelas air):

Bawang MerahSesaat sebelum tanam tanah disiram dengan larutan
Mentimundirendam selama 2 – 3 jam
Tomatdirendam selama 3 – 4 jam
Kacang panjangdirendam selama 1 jam
Padidirendam selam semalam (10 – 12 jam)

Penyiraman tanah di sekeliling batang tanaman (konsentrasi 1 gelas per 20 liter air):

Bawang MerahPerlakuan 14 HST dan 40 HST
MentimunPerlakuan 21 HST dan 45 HST
Tomat7 hari sebelum pindah tanam dan 45 HST
Kacang panjang21 HST dan 45 HST
Padi7 hari sebelum pindah tanam dan 40 HST

Bakteri perakaran pemacu pertumbuhan – PGPR – merupakan satu komponen yang dapat mendukung kemandirian bangsa dalam penyediaan faktor produksi pertanian. Sifatnya yang dapat meningkatkan pertumbuhan sekaligus menekan penyakit tanpa meninggalkan residu pada produk pertanian membuatnya cocok digunakan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. Potensi PGPR dapat dijadikan peluang bisnis yang dapat mendorong kemajuan ekonomi pelaku usaha di bidang pertanian.

Referensi

Ahemad, Munees, and Mulugeta Kibret. 2014. ‘Mechanisms and Applications of Plant Growth Promoting Rhizobacteria: Current Perspective’. Journal of King Saud University – Science 26 (1): 1–20. https://doi.org/10.1016/j.jksus.2013.05.001.

Cahyani T., Ashifa, Muh. Ichsan Putrayani, Hasrullah, Muh Ersyan, Tita Aulia S., and Abdul Mollah Jaya. 2017. ‘Teknologi Formulasi Rhizobakteria Berbasis Bahan Lokal Dalam Menunjang Bioindustri Pertanian Berkelanjutan’. Hasanuddin Student Journal 1 (1): 16–21. http://journal.unhas.ac.id/index.php/jt/.

Goswami, Madhurankhi, and Suresh Deka. 2020. ‘Plant Growth-Promoting Rhizobacteria—Alleviators of Abiotic Stresses in Soil: A Review’. Pedosphere 30 (1): 40–61. https://doi.org/10.1016/S1002-0160(19)60839-8.

GEDOR HORTI in Action, Seri Perlindungan Hortikultura. Pemanfaatan mikroba perakaran/PGPR untuk pengelolaan OPT Hortikultura Ramah Lingkungan. Diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Kamis 18 Juni 2020.


Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

3 thoughts on “Mengenal PGPR, Bakteri Perakaran Sahabat Tanaman”
  1. Ngomong-ngomong soal bakteri dulu penelitian S1 saya tentang pemanfaatn bakteri juga kak, bedanya di penelitian saya pemanfaatan bakteri untuk remediasi tanah. Ahh senang sekali membaca blog ini jadi terbawa ke masa-masa kuliah.

Leave a Reply

Verified by MonsterInsights